PCNU Jakarta Barat Peringati 1 Muharram 1443 Hijriah, di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta

Pengurus PCNU Jakarta Barat bersama para santri Asshiddiqiyah menggelar Shalawat dan Do’a Bersama untuk keselamatan Bangsa di lapangan utama pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (10/8)

Hadir dalam acara tersebut Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah KH. Achmad Mahrus Iskandar, ketua PCNU Jakarta Barat H. Agus Salim, Sekretaris PCNU Jakarta Barat Endang Hermasnyah, M.Pd. dan beberapa pengurus yang lain serta ribuan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.

Dalam Pelaksanaanya Jama’ah khususnya pengurus PCNU terlebih dahulu melakukan Genose dengan hasil negatif, serta seluruh jamaah yang hadir dalam acara tersebut diwajibkan bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dan Protokol Kesehatan sehingga memastikan tidak ada penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Ketua PCNU Jakarta Barat, Agus Salim dalam sambutanya mengatakan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1443 Hijriyah merupakan momentum dimana kita harus mampu memliki spirit hijrah semangat menuju generasi Islam yang lebih baik dari waktu yang  telah dilalui, terdapat 2 Poin didalam mensikapi tahun baru  ini yaitu Muhasabah dan Ikhtiyar Muhasabah berarti menjadikan yang kurang baik menjadi baik, menjadikan yang baik menjadi lebih baik dan menjadikan yang lebih baik menjadi sangat baik sehingga bersyukur kepada para santri disaat musim pandemi seperti ini kalian berada dilingkungan yang sangat baik bersyukur karena orang tua telah memenempatkan kalian pada tempat yang terbaik yaitu di Pesantren, karena sekarang hidup diluar pesantren sangat liar sehingga banyak semumuran kalian yang menjadi cabe-cabean, tuturnya.

Ikhtiyar berarti kita melakukan usaha-usaha yang terbaik untuk menuju Indonesia sehat dan Indonesia bangkit sehingga kita bisa melewati masa sulit inilah dengan cara patuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan yang ketat dimulai dengan dirikita.

Selanjutnya KH. Ahmad Mahrus Iskandar juga mengingatkan bahwa seluruh santri harus terus semangat didalam menuntut ilmu, jangan terlena oleh keadaan sehingga kita tidak tertinggal oleh ilmu pengetahuan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik meskipun dalam keadaan seperti ini santri harus memaksimalkan sarana belajar yang ada.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *