PCNU Jakarta Barat Melaksanakan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Ke-268 di Pondok Pesantren Al Falah Kebon Jeruk Jakarta Barat

MKNU, PCNU Jakarta Barat – Melaksanakan Madrasah Kader Ulama (MKNU) yang Ke-268 di Pondok Pesantren Al Falah Kebon Jeruk Jakarta Barat dengan mengusung tema “Membumikan Fikrah dan Harokah Nahdliyah sebagai Implementasi Moderasi Islam di Jakarta. 19-21 Februari 2021.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama DKI Jakarta K.H. Samsul Ma’arif, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Barat Rois Syuriah, Walikota Jakarta Barat Uus Kuswanto, Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo, Anggota Komisi II DPR Nusron Wahid serta para peserta MKNU dengan jumlah lebih kurang 150 peserta dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat yang sebelumnya seluruh peserta sekaligus panitia melakukan Swab Test Anti gen yang bekerja sama dengan Satgas Covid-19 PCNU Jakarta Barat.

Acara MKNU dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD. Beliau menyatakan ada tiga pilar membangun Indonesia di dalam Islam, yaitu kesadaran bahwa semua manusia sama, kalimatun sawa (titik temu), dan toleran terhadap perbedaan.

“Tiga pilar membangun Indonesia. Satu, kesadaran bahwa manusia ini sama sehingga bersaudara. Lalu dibangun dari kalimatun sawa, persaudaraan ke Indonesiaan, kemudian toleran terhadap perbedaan, jangan merasa paling benar,”ujar Menko Polhukam Mahfud MD saat menjadi narasumber pada Madrasah Kader Nahdlatul Ulama dengan tema “Membumikan Fikrah dan Harakah Nahdliyyah sebagai Implementasi Moderasi Islam di Jakarta”di Ponpes Al-Fallah, Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Menurut Menko Polhukam, jika ada Islam Nusantara maka jangan disalahkan. Karena Islam masuk ke Indonesia sudah sama dengan yang ada di budaya nusantara. Oleh sebab itu, kalau transformasi islam seperti NU, Muhammadiyah, dan lain-lain itu dikembangkan dengan baik maka Islam di Indonesia akan tumbuh subur sebagai Islam pendamai. “Indonesia juga akan terjaga sebagai negara yang merdeka dan berdaulat,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga menyinggung mengenai peran Nahdlatul Ulama yang turut membantu bersama-sama menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan ideologi Pancasila. Dikatakan, jika ada yang mengganggu NKRI dan ideologi Pancasila, maka NU akan tampil dengan memberikan dalil-dalilnya bahwa Indonesia sebagai sudah kompatibel dengan syariat Islam.

“Oleh sebab itu, kalau pun menjaga Indonesia maka madrasah-madrasah kader Nahdlatul Ulama seperti ini harus diperbanyak lagi, volumenya harus diperbanyak. Negara pasti akan mendapat keuntungan. TNI, Polri, Pemerintah akan mendapat keuntungan kalau sering sekali ada madrasah Kader NU karena akan menambah rasa nasionalisme dan ke Islaman,” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

“Pesan dari tempat ini, mari Nahdlatul Ulama pelajari dan hayati khittah NU apa yang disebut Islam Nusantara, Islam berdasarkan budaya. Kita ingin bersatu di dalam perbedaan. Padahal bersaudara dan bersatu dalam ikatan kebangsaan, membentuk ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah insaniyah,”sambungnya.

Ketua PCNU Jakarta Barat, H. Agus Salim dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara ini, sekaligus berpesan kepada seluruh peserta MKNU untuk fokus mengikuti rangkaian acara sampai dengan selesai agar menjadi kader NU yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap bangsa dan negara.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *